loading...
 
Himbauan:
Hargailah para penulis, dengan membeli buku tersebut di Toko-Toko Buku Terdekat !
Situs ini di buat hanya untuk memudahkan anda dalam mencari referensi buku berkualitas.



PRINSIP BHINEKA TUNGGAL IKA



Prinsip Bhineka Tunggal Ika, yaitu asas yang mengakui adanya kemajemukan bangsa dilihat dari segi agama, keyakinan, suku bangsa, adat budaya, keadaan daerah, dan ras.
Beberapa cara menyikapi kemajemukan diantaranya adalah :
·     Kemajemukan dihormati dan dihargai serta didudukkan dalam suatu prinsip yang dapat mengikat keanekaragaman tersebut dalam kesatuan yang kokoh
·   Kemajemukan bukan dikembangkan dan didorong menjadi faktor pemecah bangsa, tetapi kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing komponen banga
·     Kemajemukan diikat secara sinergi menjadi kekuatan yang luar biasa untuk dimanfaatkan dalam menghadapi segala tantangan dan persoalan bangsa

Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu:
a)     Kesatuan Sejarah, yaitu bangsa yang tumbuh dan  berkembang dalam suatu proses sejarah.
b)  Kesatuan Nasib, yaitu berada dalam satu proses sejarah yang sama dan mengalami nasib yang sama yaitu dalam penderitaan penjajahan dan kebahagiaan nasional.
c)     Kesatuan Kebudayaan, yaitu  keanekaragaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan nasional.
d)   Kesatuan Asas Kerohanian, yaitu adanya ide, cita-cita, dan nilai kerohanian yang secara keseluruhan tersimpul dalam Pancasila.

Akan tetapi, seiring waktu yang sejalan dengan era globalisasi, terjadi kelunturan semangat Bhineka Tunggkal Ika dalam jiwa pemuda Indonesia. Beberapa penyebabnya, anatara lain:
1)   Diskriminasi
Rasa diskriminasi dapat tumbuh karena adanya rasa kesenjangan sosial yang tinggi dalam masyarakat. Contoh konkrit dari diskriminasi adalah ketidakmerataan kesejahteraan sosial dan pembangunan. Terjadinya ketimpangan antar wilayah membuat implikasi/perbedaan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat antar wilayah sehingga masyarakat tidak bersatu. Sifat ini tentu harus dihilangkan dengan semangat kebersamaan menuju kehidupan yang lebih baik.
2)   Konflik
Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang ada dalam setiap individu atau ras dalam sebuah interaksi. Fakor penyebab konflik diantaranya: 1) Perbedaan individu (meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, perbedaan latar belakang atau  kebudayaan, sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda), 2) Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok, 3) Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, 4) Isu-isu sara dan kebenaran agama yang bergesekan dalam masyarakat.
3)   Egoisme
Egoisme merupakan sebuah karakter untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan diri saja. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya. Egoisme merupakan salah satu penyebab konflik yang seharusnya dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat, kepala dingin, dan tanpa merasa menang dan benar sendiri.
4)   Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah sikap yang cenderung merendahkan orang-orang yang tidak termasuk golongannnya. Etnosentrisme beranggaban bahwa budaya asing lebih rendah daripada budayanya yang dimiliki. Kondisi kecintaan yang berlebihan inilah yang justru merongrong eksistensi Bhineka Tunggal Ika. Fanatisme kedaerahan juga berdampak pada keutuhan NKRI.
5)   Cultural Lag
Cultural lag adalah bentuk kesenjangan budaya akibat masuknya unsur-unsur globalisasi yang terjadi secara cepat, tidak merata, dan tidak serempak. Unsur-unsur teknologi yang masuk secara cepat yang tidak diimbangi dengan unsur-unsur sosial budaya yang lambat, mengakibatkan terjadi kesenjangan sosial.
6)   Identitas Bangsa Luntur
Seiring masuknya budaya-budaya asing dan perkembangan IPTEK yang tidak terbendung, rasa kebangsaan perlahan mulai memudar. Contoh kecilnya ialah anak muda sekarang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa daerah, lebih banyak menggunakan produk-produk asing daripada produk daerah, budaya musyawarah dan gotong royong semakin jarang, sikap tidak peduli pada lingkungan sekitar, malu mempelajari budaya asli daerahnya, dan lain-lain

Post a Comment

Join Now To Get More Earning

 
Top